Page 14 - 01. MK Computational Thinking
P. 14
berbeda-beda sehingga cara pencatatan yang dilakukan oleh ketiga guru tersebut
pun berbeda-beda menyesuaikan kompleksitas persoalan yang mereka hadapi.
Mari kita lihat bagaimana cara pencatatan data yang dilakukan oleh ketiga guru
tersebut guna melakukan evaluasi hasil belajar siswanya.
1) Karena Ibu Ani hanya memiliki siswa sekitar 1-5 orang per harinya,
maka Ibu Ani memutuskan untuk mencatat nilai siswa/i di tempat
bimbingan belajarnya dalam bentuk tabel di sebuah buku.
2) Dengan jumlah siswa yang menjalani pendidikan di sekolah yang
dipimpin Pak Budi, Pak Budi menilai bahwa jika guru-guru kelas
mencatat nilai siswa/i dalam bentuk tabel di sebuah buku maka Pak Budi
akan kesulitan untuk mengelola nilai para siswa. Oleh karena itu Pak
Budi perlu menggunakan kakas lain yang memudahkan pengelolaan
nilai. Pak Budi memutuskan menggunakan spreadsheet yang dapat
dipakai gratis untuk mencatat nilai dari siswa/i.
3) Jumlah siswa menjalani pendidikan di sekolah yang dipimpin pak
Cakrawala jauh lebih banyak dari sekolah yang dipimpin pak Budi.
Karena banyaknya siswa/i yang dipimpin Pak Cakrawala, Pak
Cakrawala memutuskan untuk menggunakan aplikasi yang harus dibeli
dalam pengelolaan nilai siswa/i. Diasumsikan, belum terdapat aplikasi
freeware untuk mengolah data sesuai kebutuhan sekolah yang dipimpin
Pak Cakrawala.
Pada contoh tersebut, Ibu Ani, Pak Budi, dan Pak Cakrawala memiliki tujuan yang
sama yaitu pencatatan nilai siswa/i untuk mengetahui perkembangan belajar
siswa/i mereka.
Namun, kita perhatikan bahwa ada tiga jenis solusi yang mereka terapkan.
Diskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan rekan sekelas Anda :
1) Menurut Anda, perlukah Ibu Ani membeli aplikasi seperti yang
digunakan Pak Cakrawala?
2) Menurut Anda, apakah sistem pencatatan yang digunakan Ibu Ani
sekarang dapat digunakan oleh Pak Cakrawala?
Pemahaman Peserta Didik & Pembelajarannya | 5

