Page 174 - 01. MK Computational Thinking
P. 174
Pada saat melakukan asesmen, seseorang tidak dapat menilai apakah rawon
yang dimasak adalah rawon yang benar atau tidak jika orang yang mencicipi tidak
pernah benar-benar mengenal rawon yang otentik. Terlebih, jika penilai tersebut
pernah memasak rawon dengan cara yang benar, maka ia mengerti setiap detail
yang diharapkan. Sama halnya dengan CT, seseorang dapat menentukan apakah
orang lain termasuk computational thinker jika dan hanya jika ia juga seorang
computational thinker.
Sebagai literasi, CT seharusnya blended di dalam bidang-bidang lain. Dalam ujian
matematika, siswa pun tidak akan dapat mengerjakan ujian tersebut jika ia tidak
dapat membaca soalnya. Jadi, dalam ujian matematika pun terdapat unsur literasi
bahasa, namun fokus penilaiannya adalah dalam bidang matematika. Jadi,
penilaian terhadap CT tetap dapat dilakukan, namun pada umumnya penilaiannya
tidak dapat dilakukan secara tunggal/mandiri: penilaian CT saja.
2.3. Lembar Kerja Reflektif (Dikumpulkan sebagai Penilaian
Partisipasi)
Intisari apa saja yang Anda dapatkan saat mempelajari makalah “Bringing
computational thinking to K-12: what is Involved and what is the role of the
computer science education community” (Barr & Stephenson, 2011)? Tuliskan
juga kaitan makalah tersebut dengan mata pelajaran yang Anda ampu! Masing-
masing kelompok hanya perlu mengisi satu lembar kerja reflektif.
2.4. Lembar Kerja Mahasiswa (Dikumpulkan dan Dinilai)
Sebelum pertemuan kuliah ini, Anda diminta untuk menyiapkan satu buah materi
ajar. Lakukan analisis pada materi ajar tersebut, tuliskan implementasi CT yang
selama ini sebetulnya sudah ada pada materi ajar yang sudah Anda siapkan! Anda
dapat menuliskan lebih dari 1 implementasi CT. Masing-masing kelompok hanya
perlu mengisi satu hasil lembar kerja mahasiswa.
Pemahaman Peserta Didik & Pembelajarannya | 151

