Page 139 - 01. MK Computational Thinking
P. 139
3. Ruang Kolaborasi
Jenis Kegiatan: Kegiatan Kelompok (Dikumpulkan dan Dinilai)
3.1. Mekanisme Pembagian Kelompok
Pada ruang kolaborasi, mahasiswa membentuk kelompok yang terdiri dari 2
hingga 3 orang. Jika memungkinkan, buatlah kelompok yang sesuai jenjang.
Misalnya, satu kelompok yang terdiri dari guru-guru SD saja, atau guru-guru SMP
saja. Jika tidak memungkinkan, maka mahasiswa dapat membentuk kelompok
dengan anggota yang merupakan campuran berbagai jenjang. Sebaiknya
kelompok yang dibentuk terdiri dari campuran guru dari bidang STEM dan non-
STEM.
Di dalam masing-masing kelompok yang dibentuk, masing-masing mahasiswa
menjelaskan secara singkat proyek STEM yang telah dipilihnya. Kemudian, para
mahasiswa berdiskusi di dalam kelompoknya masing-masing untuk menentukan
proyek STEM mana yang akan dipilih untuk dirancang kembali dengan
mengintegrasikan CT di dalamnya. Karena keterbatasan waktu pada topik ini,
fokus kegiatan adalah perancangan kembali perencanaan proyek dan
perencanaan tersebut tidak perlu diimplementasikan serta diuji hasil
implementasinya.
Perancangan kembali (redesign) bertujuan untuk menghasilkan produk yang lebih
baik dari sebelumnya. Hal lain yang penting dari proses perancangan kembali
adalah adanya unsur keunikan. Jika dikaitkan dengan perancangan ulang proyek
STEM, maka sebenarnya yang ingin kita lakukan adalah menghasilkan rancangan
proyek STEM yang lebih baik dari rancangan sebelumnya. Di dalam perancangan
ulang yang akan kita lakukan pada aktivitas ini, keunikan ada pada integrasi CT.
Hasil diskusi dicatat dalam bentuk log activity yang akan dinilai. Hasil diskusi
kelompok dapat berbentuk hard copy, misalnya lembar kertas flipchart atau dalam
bentuk kolaborasi digital misalnya jamboard atau format file lainnya.
Pemahaman Peserta Didik & Pembelajarannya | 121

